SNP dan Budaya Mutu Sekolah

Pengantar

Jambi. Terkait usaha peningkatan layanan pendidikan yang berkualitas dengan harapan akan diperolehnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, maka Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan deregulasi adalah Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Berbagai program dan kegiatan telah di lakukan Pemerintah dalam usaha pemenuhan SNP sesuai dengan deregulasi  yang telah di tetapkan. Terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada satuan pendidikan/sekolah berarti budaya mutu pada satuan pendidikan/sekolah juga terwujud. Berikut ini adalah program Pemerintah terkait usaha pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada satuan pendidikan/sekolah hingga tahun 2019.

Untuk lebih jelasnya.. dapat dilihat di SINI

CARA MENENTUKAN AKAR MASALAH

Pada tahun 2016 yang lalu, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) khususnya LPMP Jambi memiliki program kerja terkait sekolah model pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dengan jumlah sekolah sasaran sekolah model seluruhnya sebanyak 66 sekolah yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Berdasarkan petunjuk teknis pengembangan sekolah model dan pola pengimbasan (dokumen 04.4), defenisi sekolah model adalah “sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri pada sekolah tersebut. Sekolah model dipilih dari sekolah yang belum memenuhi SNP untuk dibina oleh LPMP agar dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah mereka sebagai upaya untuk memenuhi SNP”.